iseng2... saatnya kita cerita lucu2an dulu skarang
lumayan buat ngilangin strezz...hehe
Gembala Kambing
Suatu hari, Fulan berpapasan dengan seorang gembala dengan kambingnya.
Fulan bertanya dengan takjub
Fulan: "Pak, boleh nanya nih?"
Gembala: "Boleh"
Fulan : "Kambing-kambing bapak sehat sekali,bapak kasih makan apa?"
Gembala : "yang mana dulu nih? yang hitam atau yang putih?"
Fulan : "mmmm ...Yang hitam dulu deh...."
Gembala : "oh, kalo yang hitam, dia makannya rumput basah"
Fulan : "ohh...kalo yang putih?"
Gembala : "yang putih juga..."
Fulan : "hmmm...kambing- kambing ini, kuat jalan berapa kilo pak?"
Gembala : "yang mana dulu nih? yang hitam atau yang putih?"
Fulan : "mmmm Yang hitam dulu deh...."
Gembala : "oh, kalo yang hitam, 4 km sehari"
Fulan : "kalo yang putih?"
Gembala : "yang putih juga..."
Si Fulan mulai gondok.... : "kambing ini,menghasilkan banyak bulu ngga
pak, pertahunnya? "
Gembala : "yang mana dulu nih? yang hitam atau yang putih?"
Fulan : "(dengan kesalnya) yang hitam dulu deh..."
Gembala : "oh, yang hitam, banyak...10 kg/th" Fulan : "kalo yang
putih...?"
Gembala : "yang putih juga"
Fulan : "BAPAK KENAPA SIH SELALU NGEBEDAIN KAMBING DUA INI, KALO
JAWABANNYA SAMA??????"
Gembala : "oh, gini dik, soalnya yang hitam itu,punya saya...."
Fulan : "Oh gitu pak, maaf kalo saya emosi... , kalo yang putih?"
Gembala : "yang putih juga"
Fulan :
____________________________________________________
eits...blum slese..
masih ada lagi yg neh ceritanya...
yg ketawa krn baca cerita dibawah ini berarti di pinter...:P
Ceritanya gene..
Budi adalah seorang profesor penemu ulung, dia berhasil menciptakan robot yang
bisa mendeteksi kebohongan, dia membuat robot itu sedemikian rupa sehingga
ketika mendengarkan kebohongan, sang robot akan langsung menampar si pembohong
itu...
Budi dengan bangga membawa robot itu ke ruang keluarga dan menunggu anaknya
pulang... tapi anaknya tak kunjung pulang...
ditunggu-tunggu baru sore hari sang anak pulang...
"Kamu dari mana ? kok pulangnya telat" tanya si Budi
" Ada pelajaran tambahan pa" jawab sang anak
*PLAK* Sang robot menampar si anak...
"Nak, ini adalah robot ciptaan ayah, dia akan menampar siapapun yang
berbohong..! sekarang katakan dengan jujur, kenapa pulangnya telat ??!"
"Maaf ayah.. aku habis menonton film di rumah teman..."
"Film apa?"
"Film Sinetron pa"
*PLAK*
"Ayo katakan dengan jujur film apa ??"
"Maaf Ayah... saya menonton film porno"
mendengar itu marahlah si Budi.. "Kamu itu yach ... kecil-kecil uda nakal, mau
jadi apa
kamu nanti besar ? kurang ajar kamu yach ... bikin malu ajah ...perbuatan yang
benar-benar memalukan..! !! papa waktu seumuran kamu gak pernah melakukan
hal senakal kamu...!"
*PLAK* Budi ditampar sang robot
Suasana hening untuk beberapa saat...
Istri Budi kemudian masuk datang dan langsung berkata... "huh, sama aja
kelakuannya, apel gak akan jatuh jauh dari pohonnya kan ? ya gimanapun juga dia
anak elo, jadi...."
*PLAK*
Sang robot menampar istri Budi sebelum sang istri sempat menyelesaikan
kata2nya..
dan semua terdiam
_______________________________________________________
"Gusdur dan Stadion baru"
Dahulu, pada saat GusDur masih menjabat Presiden RI, tersiar kabar di
kalangan pesepakbola Indonesia bahwa beliau akan membangun stadion yang
tak kalah hebat dengan stadion-stadion di spanyol. Salah satu pejabat PSSI
mengatakan bahwa isu tersebut benar adanya. bahkan pejabat PSSI yang tidak
mau disebutkan namanya itu membeberkan model stadion yang akan dibangun
oleh Gusdur.
Rencananya stadion itu akan dibangun dengan gaya arsitek gabungan eropa
dan asia. rumputnya diambilkan dari jerman, kursinya dari shanghai, mesin
pemotong rumputnya dari jepang, pokoknya semua canggih dan serba luar
negeri. Pakai penutup atap stadion segala. jadi kalau hujan, pemain dan
penonton tidak kehujanan. lahan parkir dibuat yang luas dan semua penonton
yang hendak menonton pertandingan tidak diharuskan membayar alias gratis.
Namun, setelah beberapa hari tersiar kabar lagi, kalau pembangunan stadion
mewah tersebut gagal dilaksanakan. Salah satu pejabat PSSI yang dimintai
keterangannnya menjelaskan mengapa rencana tersebut dibatalkan. Alasannya
sederhana. Ternyata Gusdur ingin memberi nama stadion itu dengan NU Camp.
Katanya biar mirip dengan Nou Camp yang ada di Spanyol itu.
_____________________________________________________
"Jaksa Kalah Pinter"
Si Pirang dan si jaksa duduk berdampingan di kelas ekonomi si sebuah pesawat.
Karena bosan, maka si jaksa mengajak si pirang bermain sebuah permainan
dengannya.
Jaksa : 'Hei Pirang, ayo kita bermain sebuah permainan.
Pirang: 'Apa?'
Jaksa : 'Kamu pasti suka. Aku tanya kamu suatu pertanyaan, kalau kamu
tidak bisa menjawabnya, kamu berikan padaku 5 USD.'
Pirang: 'OH! Kalau aku yang bertanya dan kamu tidak bisa menjawabnya?'
Jaksa : 'Oh, aku akan memberimu 300 USD.'
Pirang: 'Oh SAYA SUKA ITU!'
Jaksa pun mulai.
Jaksa : 'Jawablah ini; diameter bumi itu berapa meter?'
Pirang mencari dompetnya dan mengeluarkan 5 USD
Pirang: 'Giliranku. Apa yang naik gunung pake 3 kaki turun gunung pake 5
kaki?'
Jaksa berpikir dan berpikir, apapun yang dia jawab salah. Si Pirang pun
tidur sambil menunggu jawaban Jaksa. Jaksa pun membangunkan si pirang.
Jaksa : 'Nih 300 USD. Tolong deh, aku penasaran sampai mati. Jawaban
petanyaanmu apa???'
Si Pirang mengeluarkan 5 dollar dan memberikannya pada si jaksa. ( Krn Si
Pirang Pun ga tau jawabannya )
_________________________________________________
"Profesional Muda"
Seorang profesional muda sedang membuka pintu mobil
BMW-nya ketika tiba-tiba sebuah mobil berkecepatan
tinggi lewat dan menabrak pintu mobil itu hingga copot.
Profesinal muda itu mengumpat habis-habisan dan
meratapi mobil mewahnya yg rusak tanpa pintu.Kemudian
datang polisi ke TKP."Pak Polisi, lihat apa yg dilakukan
orang gila tadi thdp mobilku!"katanya histeris."Kalian
kaum berdasi benar2x materialistis, kalian membuatku
muak!"kata Polisi."Kamu begitu khawatir pada BMW-mu,
apakah kamu 'gak nyadar kalau tanganmu juga hilang
sebelah?!""Ya Tuhaaaaannnnnnn!!!!"teriak si profesional
ketika ia melihat lengannya sudah nggak ada lagi."Mana
jam Rolex-ku?!".
No comments:
Post a Comment